6 Tahapan Penting Memulai Bisnis Bagi Pemula

Apakah anda tertarik untuk belajar memulai bisnis?

Ngorder.id Aplikasi menejemen seller Online — Ya, memang bisnis tidak pernah di ajarkan di dunia sekolah. Maka dari itu kita harus pandai-pandai mencari pengetahuannya sendiri secara otodidak. Tapi, dengan perkembangan zaman yang semakin maju. Informasi dapat di dapatkan dengan begitu cepatnya. Begitu pula dengan belajar bisa melalui media apapun. Anda juga bisa belajar Bisnis dengan membaca artikel ini, youtube, buku, webinar atau apapun yang menurut kalian paling bisa membantu kalian dalam memulai bisnis dan karir anda.

Tahapan Memulai Bisnis yang Harus anda Tahu:

Berikut adalah 6 hal penting yang harus dilakukan jika ingin memulai sebuah bisnis:

  1. Tentukan Ide Bisnis

Pada tahap ide ini, kamu dituntut untuk menjadi seorang innovator yaitu seseorang yang memikirkan ide dengan value atau nilai tambah bagi calon pembeli. Cara untuk menentukan Ide ini dapat berdasarkan atas kebutuhan dari pengalaman pribadi atau berdasarkan observasi terhadap kebutuhan masyarakat.

Ada minimal tiga parameter sebuah ide itu  dapat di anggap baik, yang pertama ide tersebut harus dapat menyelesaikan masalah. Semakin besar masalah yang diselesaikan maka akan semakin besar juga value yang diberikan. Kedua, ide tersebut dapat memberikan solusi penyelesaian. Solusi apa yang diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan yang sudah diidentifikasi. Ketiga, ide tersebut harus unik. Ide yang unik akan membuat bisnismu tampak berbeda dari competitor yang lainnya.

Ide bisnis akan menuntun kepada rancangan bisnis. Ide bisnis yang dijalankan tanpa rancangan bisnis beresiko terhadap kondisi bisnis yang berjalan tanpa arah sehingga mengakibatkan inefisiensi waktu dan anggaran.Rancangan bisnis dapat meliputi jenis produk yang akan dijual, jenis konsumen, target pasar, inovasi produk, menganalisis kompetitor, memahami selera pasar, inikator keberhasilan hingga target waktu bisnis menjadi autopilot.

Kamu dapat menggunakan bisnis model canvas atau analisis SWOT untuk membantu agar ide bisnis Anda terancang dengan sistematis. Telah terdapat pula aplikasi berbasis teknologi yang dapat membantu untuk merancang ide bisnis, diantaranya https://canvanizer.com/https://www.tuzzit.comhttps://www.swotanalysis.com/ , http://i-swot.com/ dan masih banyak lagi.

  1. Riset Pasar dan Konsumen

Sebuah ide bisnis diuji dengan riset kebutuhan pasar dan riset kebutuhan konsumen untuk mengukur seberapa besar peluang produk atau bisnis dapat diterima oleh pasar. Riset pasar juga membantu dalam menganalisis kompetitor. Disini pula kamu dapat menguji produk yang kamu tawarkan apakah laku dalam pasaran ataupun malah sepi peminat.

Baca juga Artikel Menarik lainnya:  7 Cara Mengelola Keuangan Usaha Bagi UMKM

Riset pasar dan konsumen membantu sebuah bisnis yang akan dibangun menciptakan inovasi berbasis kebutuhan pasar, tujuannya adalah agar bisnis atau usaha tidak menjadi bagian dari bisnis sporadis atau bisnis yang dibangun karena trend sementara atau viral sesaat. Tujuan riset pasar dan konsumen adalah mengupayakan membangun pondasi bisnis yang kuat dan stabil sejak awal bisnis berdiri.

Hal penting dalam riset pasar dan konsumen juga adalah tidak perlu terlalu lama melakukan riset pasar dan konsumen, terlalu lama dalam riset pasar dan konsumen mengakibatkan ide bisnis lama memperoleh eksekusi.

  1. Tentukan Peran dan Sektor Bisnis

Terdapat macam-macam sektor bisnis yang dapat kamu pilih, sektor tersebut diantaranya adalah sektor barang atau sektor jasa. Sektor barang adalah sektor yang menjual barang setengah jadi (ekstraktif) maupun barang jadi (manufaktur). Contoh barang setengah jadi adalah kopi mentah/kopi hijau (green bean) sedangkan barang jadi adalah bisnis coffee shop.

Selain itu, dalam dunia bisnis aktifitas di sektor barang dibagi dalam 2 peran, yakni produsen dan penjual (seller). Produsen adalah pelaku bisnis yang menciptakan dan memproduksi barang (produk) dan pemilik gudang barang. Sedangkan seller atau penjual adalah pelaku bisnis yang menjual barang dari produsen ke konsumen. Produsen dapat bertindak sebagai seller untuk menjual produk, namun seller hanya berfokus pada penjualan produk tanpa memproduksi barang. Hubungan antara produsen dan seller dibangun diatas perjanjian kerjasama bisnis yang sah dihadapan hukum.

Baca juga Artikel Menarik lainnya:  Digital marketing : Manfaat, Pengertian, Jenis, dan Kelebihannya

Seller dibagi menjadi 2, yakni reseller dan dropshipper. Pelaku bisnis yang berperan sebagai reseller dan dropshipper berpotensi untuk tidak mengeluarkan modal dalam membangun bisnis, sehingga istilah “Bisnis Tanpa Modal” sekiranya sesuai dengan peran bisnis reseller dan dropshipper.

Sektor bisnis bidang jasa menjual jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Contoh bisnis bidang jasa adalah bisnis bidang konstruksi.

  1. Rancangan Keuangan

Rancangan Keuangan menentukan jumlah pengeluaran belanja modal dan belanja jasa yang digunakan untuk membangun sebuah bisnis. Rancangan keuangan menjadi kendali agar belanja modal dan belanja jasa lebih efisien. Sebuah bisnis yang dibangun tanpa rancangan keuangan beresiko tidak mampu menganalisis laba dan pengeluaran. Kondisi ketidakseimbangan laba dan pengeluaran beresiko menimbulkan kebangkrutan.

  1. Akses dan Sumber Terhadap Modal

Bagi sebagian orang yang ingin memulai sebuah bisnis, modal dianggap sebagai faktor utama sebuah bisnis dapat berjalan. Hal memang benar adanya namun tidak benar-benar tepat. Di era teknologi saat ini, banyak peluang-peluang bisnis yang tidak membutuhkan modal. Bisnis apa saja kah itu? Diantaranya yakni reseller dan dropshipper yang akan dibahas di poin berikutnya.

Terdapat berbagai macam akses terhadap modal, diantaranya yakni pinjaman, tabungan dan hibah. Terdapat berbagai macam sumber pinjaman, diantaranya yakni pinjaman dari perbankan dan Fintech (Financial Technolgy). Khusus untuk Fintech, sebelum menggunakan jasa Fintech, calon nasabah harus memeriksa apakah jasa Fintech tersebut terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau tidak. Fintech yang aman adalah Fintech yang diawasi oleh OJK[2], banyak sekali kasus dan resiko yang akan dihadapi nasabah jika menggunakan jasa Fintech yang tidak terautorisasi oleh OJK.

Khusus untuk perbankan, jika individu sudah menjalankan sebuah bisnis minimal 1 tahun dan memiliki jaminan untuk pinjaman, individu pelaku bisnis dapat melakukan pinjaman berupa KUR (Kredit Usaha Mandiri). KUR dapat diakses hampir diseluruh bank di Indonesia dengan bunga yang kecil, tergantung jenis usaha dan jangka waktu pelunasan.

Baca juga Artikel Menarik lainnya:  10 Aplikasi Bisnis Yang Dapat Memudahkan Pelaku Usaha

Perihal pinjaman, selain pinjaman kepada perbankan dan Fintech, sebenarnya individu yang ingin memulai usaha dapat melakukan pinjaman kepada keluarga, namun tentu saja sebagai peminjam wajib untuk membayar jatuh tempo pinjaman.

Terakhir adalah tabungan sebagai modal dibangunnya sebuah bisnis. Tentu saja tabungan adalah sumber modal yang paling tidak beresiko. Perlu disesuaikan antara jumlah tabungan dengan kebutuhan belanja modal dan jasa yang akan dikeluarkan untuk membangun sebuah bisnis.

  1. Belanja Modal dan Jasa

Dalam membangun sebuah bisnis, terdapat 2 bentuk pengeluaran. Pertama, belanja modal yang terdiri dari aset bergerak yang bermanfaat bagi berjalannya sebuah bisnis. Belanja modal dapat dikategorikan dalam bentuk inventaris usaha. Contoh dari belanja modal adalah pembelian furnitur, alat produksi, alat tulis kantor, kendaraan, pembelian keperluan elektronik, pembelian bangunan, dan sebagainya.

Setelah belanja modal, pengeluaran awal untuk berdirinya sebuah bisnis adalah belanja jasa. Belanja jasa adalah pengeluaran dalam bentuk jasa. Contoh pengeluaran dalam bentuk jasa adalah gaji karyawan diawal, jasa desain untuk interior, pemasangan jaringan internet, jasa pengerjaan material bangunan, dan lain sebagainya. Belanja modal dan jasa bertujuan untuk melengkapi infrastruktur bisnis dan meningkatkan fasilitas performa pelayanan bagi konsumen.

Setelah kamu melakukan 6 hal di atas barulah kamu dapat mengembangkan bisnismu menjadi bisnis yang lebih sukses lagi. Kamu dapat mempelajari tahap lebih lanjutnya di artikel berikutnya. Demikian artikel tentang bagaimana cara memulai bisnis yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat.