Manajemen Bisnis: Pengertian, Fungsi dan Penerapannya

Manajemen Bisnis: Pengertian, Fungsi dan Penerapannya

Menjadi seorang pengusaha sukses bukan hanya soal memiliki koneksi dan keahlian dalam “menjual” produk di pasar. Tetapi, kemampuan inti dari seorang pengusaha pada akhirnya adalah soal manajerial. Seorang pengusaha terkadang tidak perlu ahli dalam bidang atau industri yang digeluti, namun cukup punya kemampuan manajemen yang baik. 

Ambil contoh, pengusaha teknologi besar seperti Jack Ma, hanyalah seorang guru bahasa Inggris. Dia tidak memiliki kemampuan dalam bahasa pemrograman atau dunia IT. Tetapi, Jack Ma memiliki keahlian dalam mengorganisasi talenta terbaik di bidang IT untuk menciptakan platform ecommerce paling sukses di dunia yakni Alibaba. 

Pengertian Manajemen Bisnis

Manajemen bisnis adalah suatu aktivitas merencanakan, mengorganisasikan, mengerjakan dan mengawasi sumber daya yang dimiliki suatu perusahaan atau badan usaha untuk mencapai tujuan. Istilah manajemen sendiri berasal dari bahasa Perancis kuno yang berarti seni dalam mengatur dan melaksanakan. 

Manajemen dikatakan seni karena dekat dengan keindahan dan tidak semua orang dapat melakukannya. Bahkan beberapa orang percaya bahwa kemampuan manajemen seseorang salah satunya berasal dari bakatnya. Meski, tentu saja manajemen terutama dalam hal bisnis dapat dipelajari dan dipraktekkan oleh siapapun. 

Mengapa Manajemen Bisnis Penting?

Dalam suatu bisnis, manajemen memiliki peran yang sangat vital. Terutama pada saat entitas bisnis tersebut sudah mulai tumbuh dan berkembang. Berikut beberapa hal mengenai pentingnya manajemen dalam sebuah unit bisnis. 

Manajemen bisnis diperlukan untuk mengorganisasikan tim dari berbagai divisi yang berbeda. Bisnis yang tidak dijalankan dengan manajemen yang baik berpotensi besar akan gagal atau bangkrut. 

Membantu Meraih Tujuan Bisnis

Fungsi utama manajemen tentu saja meraih tujuan bisnis. Dalam hal ini tujuan bisnis adalah meraih profit. Jika diperluas lagi, tujuan bisnis dapat berupa menguatkan branding, menjaga pelanggan yang sudah ada dan lain sebagainya. 

Kemampuan manajerial yang baik dapat membimbing pengusaha meraih tujuan bisnisnya. Jika Anda merupakan seorang pengusaha pemula yang sedang membangun bisnis, ada baiknya mempelajari tentang ilmu manajemen. 

Membantu Kinerja Perusahaan

Memiliki manajemen bisnis yang baik dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman dan produktif. Sebuah perusahaan, sering kali sulit berkembang karena manajemennya yang amburadul. Oleh karena itu kemampuan manajemen dapat membantu Anda dapat meningkatkan kinerja perusahaan. 

Membantu Mempertahankan Bisnis

Bukan saja tidak berkembang, sebuah bisnis juga bisa saja bangkrut akibat kesalahan dalam manajemen. Bisa jadi, ada kecurangan yang dilakukan oknum karyawan, bisa pula karena sikap dan pemimpin yang tidak disukai sehingga karyawan tidak produktif. Nah, manajemen dapat membimbing Anda untuk mengatasi persoalan-persoalan seperti ini. 

Menarik Perhatian Konsumen

Tidak hanya berpengaruh pada internal perusahaan, manajemen juga berdampak signifikan pada orang luar seperti konsumen. Terlebih lagi jika produk Anda berupa jasa yang terkait langsung dengan konsumen. Mereka tentu merasakan baik atau tidaknya manajemen suatu perusahaan saat mereka menggunakan layanannya. 

Fungsi Manajemen Bisnis

Pengertian manajemen bisnis seperti dijelaskan di atas adalah kemampuan dalam mengorganisasi sumber daya untuk menghasilkan suatu tujuan. Lebih luas lagi, manajemen memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.  

1. Planning (Perencanaan)

Fungsi manajemen bisnis yang pertama dan paling penting adalah perencanaan. Dalam membangun suatu usaha, perencanaan diperlukan agar bisnis dapat mengetahui produk apa yang ingin dibuat, seperti apa segmentasi pasarnya, bagaimana persaingannya, bahan baku yang diperlukan sampai strategi pemasarannya. 

Biasanya, perencanaan disusun dalam suatu proposal bisnis yang menyangkut hal-hal di atas. Perencanaan inilah salah satu yang membedakan antara “pedagang” dengan seorang pengusaha yang memiliki pemahaman tentang manajemen. Pedagang hanya peduli bagaimana menjual barang, sementara pengusaha mampu membuat proyeksi agar bisnisnya terus bertumbuh. 

2. Organizing (Pengelompokan)

Organizing adalah fungsi manajemen yang terkait dengan bagaimana seseorang dapat mengatur sumber daya manusia atau tim yang dimiliki. Ini dilakukan agar timbul alur kerja yang efisien dan tidak saling tumpang tindih. Dalam hal ini, seorang pengusaha harus mampu memberikan job desk yang jelas kepada masing-masing individu seperti bagian produksi, office, pemasaran dan lain sebagainya. 

Kemampuan mengorganisasikan ini juga suatu seni yang cukup sulit untuk dilakukan. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk dipelajari. Mulailah dengan membangun komunikasi yang baik, menunjuk satu orang sebagai leader untuk suatu proyek dan beri mereka kepercayaan. Bantulah setiap individu dalam organisasi bisnis kamu untuk bertumbuh bersama. 

3. Staffing

Staffing merupakan fungsi manajemen dalam hal mengatur sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Sumber daya yang dimaksud seperti bahan baku, alat produksi dan sarana pendukung lain. 

Dalam praktiknya, seorang pengusaha wajib mengetahui berapa aset yang dimiliki, berapa stok barang dan lain sebagainya. Ini penting untuk menghindari potensi kesalahan yang menyebabkan kerugian. 

4. Directing

Fungsi manajemen bisnis ini lebih bersifat dorongan atau arahan yang diperlukan oleh pemimpin bisnis kepada karyawan atau timnya. Meskipun sebenarnya, setiap karyawan seharusnya sudah dapat bekerja sendiri tanpa harus menunggu arahan dari atasan. 

 

Baca juga Artikel Menarik lainnya:  Digital marketing : Manfaat, Pengertian, Jenis, dan Kelebihannya

Dalam hal ini, peran pemimpin bisnis bisa untuk memberi semangat, memberikan arahan yang diperlukan, serta dorongan motivasi untuk bekerja. Fungsi directing ini penting agar tim merasakan kehadiran pemimpin sehingga lebih termotivasi untuk mengerjakan tugas mereka. 

5. Controlling

Fungsi controlling dalam manajemen bisnis juga memiliki peran yang tidak kalah vital. Dalam controlling, setidaknya terdapat empat elemen yaitu menciptakan standar pencapaian, metrik atau ukuran, membandingkan prestasi yang sudah dicapai, serta melakukan perbaikan pada bagian-bagian yang perlu. 

Jenis – Jenis Manajemen Bisnis

Dalam manajemen bisnis, terdapat beberapa jenis atau komponen di dalamnya. Masing-masing komponen ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Berikut penjelasannya. 

Manajemen SDM

Manajemen sumber daya manusia mengatur tentang karyawan yang terlibat dalam sebuah perusahaan atau unit bisnis. Sebagai pengusaha Anda harus memiliki tim yang solid dan berkompeten di bidangnya. Lebih dari itu adalah membimbing mereka supaya bersama-sama mencapai tujuan bisnis. 

Manajemen keuangan

Manajemen keuangan mengatur agar kondisi finansial di perusahaan dapat dikelola dan dipantau dengan baik. Dalam hal ini, Anda perlu ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan bisnis jika sudah menyangkut budget yang hendak dikeluarkan. Karena itu, dalam skala yang lebih besar, Anda membutuhkan orang yang ahli dalam bidang keuangan untuk membantu mengelola keuangan perusahaan. 

Manajemen operasional

Manajemen operasional mengatur bagaimana kegiatan produksi atau aktivitas kerja lainnya dapat berjalan dengan baik. Tetapkan dan pastikan agar standar operasional prosedur dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh setiap karyawan. Tanpa standar operasional yang jelas, aktivitas bisnis menjadi sulit terkendali. 

Manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran memikirkan bagaimana sebuah produk atau layanan dapat diterima dengan baik oleh pelanggan. Sejumlah strategi perlu dilakukan agar lebih banyak konsumen yang dapat menggunakan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Tantangannya lebih berat jika produknya cukup baru di masyarakat. Ini membutuhkan edukasi, brand activation dan strategi lain yang diperlukan. 

Kesimpulan

Manajemen bisnis merupakan suatu aktivitas dalam mengatur dan mengorganisasi sumber daya yang ada untuk meraih tujuan bisnis. Menerapkan manajemen dapat membantu suatu perusahaan atau unit bisnis lainnya untuk berkembang.